Pada 6 September 2016, tepat Senja berusia 1 tahun. Tidak ada perayaan apapun untuk Senja. Untaian doa dari orang-orang yang mengasihi dan menyayanginya menjadi lebih banyak terdengar di hari itu.
Pada hari itu, saya mengajak Senja untuk bersilaturahmi dengan Mama angkat saya (biasa saya sapa Ibu) dan kami berencana mengunjungi panti yang dekat dengan tempat pertemuan kami tadi di daerah Kebayoran Baru. Nama pantinya, Panti Asuhan Sayap Ibu.
Panti asuhan ini terbilang sudah lama berdiri. Gedungnya bagus, lingkungan sekitarnya bersih. Saat kami masuk, ada resepsionis yang menyambut kedatangan kami. Perhatianku tertuju ke sebelah kiri ruang depan panti. Ya, ada sepasang suami istri negro menggendong bayi mungil. Si ibu menimang bayi tersebut, ditemani sang suami yang ikut menyapa bayi tersebut dengan candaan kecil yang dibuatnya. Perasaan haru mulai menyeruak di hati ini.
Pada hari itu, saya mengajak Senja untuk bersilaturahmi dengan Mama angkat saya (biasa saya sapa Ibu) dan kami berencana mengunjungi panti yang dekat dengan tempat pertemuan kami tadi di daerah Kebayoran Baru. Nama pantinya, Panti Asuhan Sayap Ibu.
Panti asuhan ini terbilang sudah lama berdiri. Gedungnya bagus, lingkungan sekitarnya bersih. Saat kami masuk, ada resepsionis yang menyambut kedatangan kami. Perhatianku tertuju ke sebelah kiri ruang depan panti. Ya, ada sepasang suami istri negro menggendong bayi mungil. Si ibu menimang bayi tersebut, ditemani sang suami yang ikut menyapa bayi tersebut dengan candaan kecil yang dibuatnya. Perasaan haru mulai menyeruak di hati ini.