Tuesday, December 6, 2016

Sayap Ibu

Pada 6 September 2016, tepat Senja berusia 1 tahun. Tidak ada perayaan apapun untuk Senja. Untaian doa dari orang-orang yang mengasihi dan menyayanginya menjadi lebih banyak terdengar di hari itu. 

Pada hari itu, saya mengajak Senja untuk bersilaturahmi dengan Mama angkat saya (biasa saya sapa Ibu) dan kami berencana mengunjungi panti yang dekat dengan tempat pertemuan kami tadi di daerah Kebayoran Baru. Nama pantinya, Panti Asuhan Sayap Ibu. 

Panti asuhan ini terbilang sudah lama berdiri. Gedungnya bagus, lingkungan sekitarnya bersih. Saat kami masuk, ada resepsionis yang menyambut kedatangan kami. Perhatianku tertuju ke sebelah kiri ruang depan panti. Ya, ada sepasang suami istri negro menggendong bayi mungil. Si ibu menimang bayi tersebut, ditemani sang suami yang ikut menyapa bayi tersebut dengan candaan kecil yang dibuatnya. Perasaan haru mulai menyeruak di hati ini. 

Menjadi Pejuang ASI

Tidak pernah terbayang oleh saya sebelumnya bahwa menyusui adalah perjuangan yang luar biasa.

Proses keluarnya ASI yang dirasakan setiap ibu berbeda. Sampai Senja berusia 3 hari, yang keluar hanya kolostrum (itu aja udah syukur Alhamdulillah, karena ada Ibu yang sama sekali tidak keluar kolostrumnya). Oiya, kolostrum adalah susu yg dihasilkan pada masa akhir kehamilan hingga 7 hari pasca melahirkan. Kolostrum berwarna kekuningan dan kental. Kolostrum sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan imunitas bayi.

Kembali lagi ke cerita saya sebelumnya ya. Hehe
Pada hari pertama payudara saya mulai bengkak, semakin bengkak dan mengeras pada hari kedua-ketiga. Perasaan saya campur aduk. Bagaimana tidak?
Rasa sakit pasca operasi, rasa sakit karena nifas, lecet di bagian puting dan kelelahan karena harus tetap terjaga di malam hari, ditambah lagi dengan ASI saya yang belum lancar keluar tapi anak mulai kelaparan dan seperti kekurangan, membuat saya panik dan stress.

Sempat saya berpikir ASI saya tidak akan keluar, tapi Alhamdulillah, konsuler laktasi di RS Bunda sangat sabar dan selalu mengingatkan saya untuk selalu positive thinking. Bengkaknya payudara sudah menjadi pertanda ASI saya banyak, hanya memang belum lancar saja.