Tuesday, December 6, 2016

Menjadi Pejuang ASI

Tidak pernah terbayang oleh saya sebelumnya bahwa menyusui adalah perjuangan yang luar biasa.

Proses keluarnya ASI yang dirasakan setiap ibu berbeda. Sampai Senja berusia 3 hari, yang keluar hanya kolostrum (itu aja udah syukur Alhamdulillah, karena ada Ibu yang sama sekali tidak keluar kolostrumnya). Oiya, kolostrum adalah susu yg dihasilkan pada masa akhir kehamilan hingga 7 hari pasca melahirkan. Kolostrum berwarna kekuningan dan kental. Kolostrum sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan imunitas bayi.

Kembali lagi ke cerita saya sebelumnya ya. Hehe
Pada hari pertama payudara saya mulai bengkak, semakin bengkak dan mengeras pada hari kedua-ketiga. Perasaan saya campur aduk. Bagaimana tidak?
Rasa sakit pasca operasi, rasa sakit karena nifas, lecet di bagian puting dan kelelahan karena harus tetap terjaga di malam hari, ditambah lagi dengan ASI saya yang belum lancar keluar tapi anak mulai kelaparan dan seperti kekurangan, membuat saya panik dan stress.

Sempat saya berpikir ASI saya tidak akan keluar, tapi Alhamdulillah, konsuler laktasi di RS Bunda sangat sabar dan selalu mengingatkan saya untuk selalu positive thinking. Bengkaknya payudara sudah menjadi pertanda ASI saya banyak, hanya memang belum lancar saja.

Beberapa tips dari saya untuk para pejuang ASI:
1. Selama kehamilan sering2 berdiskusi dengan suami mengenai pentingnya ASI, sehingga saat waktunya tiba, suami kita sudah siap menjadi "Ayah ASI" yang selalu siap mendukung istrinya. Pijatan suami, ucapan rasa sayang kepada istri menjadi sangat berarti pada proses pasca persalinan.
2. Meyakini bahwa ASI kita cukup bahkan melimpah untuk anak kita. Perasaan ikhlas dan bahagia menjadi seorang Ibu juga penting saat menyusui.
3. Sejak proses melahirkan, usahakan payudara kita langsung di "perah", karena prinsip ASI itu, semakin sering disedot, semakin banyak juga produksinya. Jika tidak ada kendala, lebih baik Ibu langsung menyusui bayinya. Namun jika bayi berada di NICU atau dalam perawatan intensif, ibu bisa terus memerah dengan alat pumping.
4. Makan makanan yang bergizi, karena apa yang ibu makan akan menjadi makanan juga untuk bayi dalam bentuk ASI.
5. Sedia obat untuk lecet untuk puting. Basuh air hangat jika bayi akan menyusu. ☺️

Allah begitu luar biasa menciptakan perempuan. Allah anugerahkan payudara yang bisa menjadi sumber kehidupan. Alhamdulillah.

Rasa lelah, lemah dan tak berdaya pasca melahirkan, lalu diuji lagi dengan perjuangan menyusui, mengingatkan saya kepada almarhum Ibu saya. Ingin rasanya saya memeluk, mencium dan menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga untuk Ibu saya. Semoga Allah membalas setiap tetes darah, air susu, keringat dan air matamu saat membesarkanku dengan surga-Nya, Bu. Amin.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam,
Ade

No comments:

Post a Comment